LUBUKLINGGAU – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus dugaan pembobolan gudang Indosat di Kota Lubuklinggau. Pelaku ternyata adalah Branch Manager sendiri yang berinisial Ismail, yang sebelumnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Lubuklinggau.
Dalam laporan awalnya, Ismail mengaku gudang Indosat telah dibobol maling sehingga sekitar 20 ribu unit kartu perdana hilang dengan nilai kerugian mencapai Rp500 juta.
Namun, setelah melakukan penyelidikan, Tim Macan Polres Lubuklinggau mulai mencurigai keterangan pelapor yang dinilai tidak konsisten. Saat dimintai penjelasan lebih lanjut, pelaku memberikan keterangan yang berbelit-belit dan tampak kebingungan ketika diminta menunjukkan lokasi serta kronologi kejadian.
Kecurigaan tersebut mendorong penyidik melakukan interogasi lebih mendalam. Dari hasil pemeriksaan, Ismail akhirnya mengakui bahwa laporan pembobolan gudang tersebut merupakan rekayasa dan tidak pernah terjadi.
Dari pengakuannya, motif membuat laporan palsu itu diduga agar dapat mengajukan dan mencairkan klaim asuransi atas kerugian yang dilaporkan.
Saat ini, Ismail telah diamankan di Mapolres Lubuklinggau untuk menjalani proses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Informasi lebih lanjut akan menunggu keterangan resmi dari Polres Lubuklinggau.
(A’ba)

