Lubuklinggau – Tradisi Sedekah Rame atau yang dikenal juga sebagai Sedekah Bumi di Kelurahan Batu Urip menjadi salah satu warisan budaya masyarakat asli Marga Sindang Kelingi yang masih terus dilestarikan hingga saat ini. Tradisi turun-temurun tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi, keselamatan kampung, serta penghormatan kepada para leluhur. Kamis, 14/05/26
Sejak zaman nenek moyang, Sedekah Rame rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang musim bercocok tanam. Dalam pelaksanaannya, masyarakat berkumpul bersama membawa berbagai hidangan untuk doa bersama, pertunjukan adat, hingga ritual pencucian benda pusaka seperti keris dan tombak peninggalan leluhur.
Tradisi adat ini dipimpin oleh keturunan khusus yang dipercaya secara turun-temurun untuk menjaga dan meneruskan tata cara pelaksanaan adat agar tetap sesuai dengan nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.
Selain menjadi kegiatan adat, Sedekah Rame juga memiliki makna penting dalam mempererat hubungan silaturahmi antarwarga. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan sangat terasa dalam setiap rangkaian acara yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Masyarakat Batu Urip berharap tradisi Sedekah Rame tetap terjaga dan terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai identitas budaya khas Kota Lubuklinggau yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang tinggi.
(Ali Baba)

