Lubuk Linggau, – Kasus dugaan penipuan berkedok penjualan mobil kembali mencuat dan meresahkan masyarakat. Kali ini, seorang warga Kota Lubuk Linggau, berinisial A, menjadi korban setelah uang ratusan juta rupiah yang disetorkan kepada oknum sales mobil diduga raib tanpa kejelasan.
Pelaku yang diketahui bernama Deni Ahmad Ashari, diduga merupakan sales di salah satu dealer mobil di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Dengan memanfaatkan kedekatan dan kepercayaan korban, pelaku berhasil meyakinkan A untuk melakukan transaksi pembelian dua unit mobil sekaligus, yakni Honda Brio dan Daihatsu Terios.
Kepada media, A mengungkapkan bahwa transaksi bermula pada 28 Januari 2026. Saat itu, ia mentransfer uang muka (DP) secara bertahap ke rekening pribadi pelaku dengan total mencapai sekitar Rp100 juta.
“Pertama Rp7 juta, lalu Rp80 juta, dan terakhir Rp5,5 juta. Dia bilang pengajuan sudah ACC, tapi sampai sekarang mobil tidak ada, kabar pun hilang,” ujar A, Minggu (5/4/2026).
Namun harapan tinggal harapan. Setelah pembayaran dilakukan, A bersama istrinya mendatangi showroom di Palembang untuk memastikan keberadaan unit mobil. Betapa terkejutnya mereka saat pihak dealer menyatakan bahwa mobil Daihatsu Terios yang dimaksud telah lama terjual dan tidak ada transaksi atas nama korban.
Kecurigaan pun memuncak. Saat mencoba menghubungi Deni, nomor telepon pelaku sudah tidak aktif. Bahkan nomor istrinya pun tak bisa dihubungi, seolah keduanya sengaja menghilang tanpa jejak.
Tak tinggal diam, A berusaha mencari keberadaan pelaku dengan mendatangi tempat kerja hingga rumahnya. Namun fakta lain kembali terungkap, pihak dealer menyatakan bahwa Deni sudah tidak lagi bekerja di sana. Pencarian ke rumah pelaku dan bahkan ke rumah orang tuanya pun tak membuahkan hasil.
“Saya sudah empat kali ke rumah orang tuanya, tapi tetap tidak ada kejelasan. Seperti sengaja menghindar,” ungkap A geram.
Hingga kini, sudah lebih dari tiga bulan berlalu tanpa kejelasan nasib uang korban. A menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik dari pelaku, ia akan membawa kasus ini ke ranah hukum.
“Kalau bulan ini masih tidak ada kejelasan, saya pastikan akan lapor ke polisi. Ini sudah jelas merugikan saya,” tegasnya. (*)

