Dua Bocah Tenggelam di Kolam Pembibitan Sawit, Warga Batu Urip Berduka

LUBUKLINGGAU — Suasana duka menyelimuti warga Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau. Dua orang bocah dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di sebuah kolam pembibitan sawit yang terbengkalai, Selasa (3/2/2026) sore.

Kedua korban diketahui bernama Azhar (9) dan Bindi (8), warga RT 02 Kelurahan Batu Urip. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Melati IV, Kelurahan Batu Urip.

Duka Mendalam Warga Batu Urip, Dua Bocah Tewas Tenggelam Saat Berenang

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat kedua korban bersama dua orang temannya pergi ke lokasi kolam dengan tujuan untuk berenang. Kolam tersebut diketahui sudah lama tidak digunakan dan tidak memiliki pengaman.

Kapolsek Lubuklinggau Utara, IPTU Sumardi Chandra, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa keempat anak tersebut memang sengaja datang ke kolam itu untuk berenang.

“Anak-anak tersebut berjumlah empat orang dan berniat berenang di kolam pembibitan sawit yang sudah terbengkalai,” ujar IPTU Sumardi.

Dua Bocah Meninggal Tenggelam di Kolam Terbengkalai

Menurut keterangan saksi, kolam tersebut diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter dengan ukuran kurang lebih 4 x 6 meter. Diduga, kedua korban mengalami kesulitan saat berada di dalam kolam hingga akhirnya tenggelam.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha memberikan pertolongan dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Namun, meski telah dilakukan upaya penyelamatan, nyawa kedua bocah tersebut tidak dapat diselamatkan.

Petugas dari Polsek Lubuklinggau Utara telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak. Selain itu, keberadaan kolam atau lokasi berbahaya yang dibiarkan terbengkalai di lingkungan sekitar perlu mendapat perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Reporter : Ali Baba

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *