Lubuklinggau – Dari Bumi Silampari, tanah yang sejuk alamnya dan hangat persaudaraannya, semangat gotong royong masih menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Nilai kebersamaan ini terus tumbuh, hidup, dan dijaga dari generasi ke generasi.
Di Kelurahan Belalau I, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, semangat tersebut terwujud dalam tradisi adat yang dikenal dengan BEPELAN atau hajatan. Tradisi ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat yang dijalankan dengan penuh keikhlasan di lingkungan rumah warga.

Tradisi BEPELAN tampak nyata dalam pelaksanaan pernikahan Tasya Nuriyanti, putri pertama Bapak Devi Pit dan Ibu Mirna, dengan Ahmad Ongki Wijaya, putra ketiga Bapak Ali Rohim dan Ibu Rusnani. Acara pernikahan tersebut dilangsungkan pada Minggu, 8 Februari 2026, di Kelurahan Belalau I.
Sejak jauh hari sebelum pelaksanaan hajatan, keluarga, sahabat, dan warga sekitar telah diberi tahu dan diundang untuk turut hadir. Dengan rasa kekeluargaan yang kuat, warga datang bukan hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai bagian dari persiapan acara.

Sejak pagi hari, para bapak bergotong royong memasak nasi, menyeduh kopi dan teh, menata kursi, serta mempersiapkan halaman rumah untuk menyambut para tamu. Sementara itu, para ibu bekerja bersama di dapur, memasak gulai ayam dan berbagai hidangan lainnya. Suasana penuh canda dan tawa mewarnai kegiatan tersebut, meski keringat terus mengalir.
Pembagian tugas dilakukan secara sukarela. Ada yang mencuci peralatan makan, ada pula yang menjaga meja perancisan, yaitu meja jajanan tradisional. Seluruh pekerjaan dilakukan tanpa keluhan dan tanpa pamrih.
Tidak ada perhitungan untung dan rugi, maupun keinginan untuk dipuji. Keringat yang mengalir menjadi simbol ketulusan dan keikhlasan dalam menjaga kebersamaan.

Saat waktu makan bersama tiba, para tamu menikmati hidangan khas Belalau I yang disajikan dengan cita rasa yang menggugah selera. Suasana keakraban pun terasa kental di tengah kebersamaan tersebut.
Tradisi BEPELAN mengajarkan bahwa kekuatan sebuah masyarakat terletak pada kepedulian dan persatuan. Kebahagiaan tidak selalu lahir dari kemewahan, melainkan dari kebersamaan yang tulus.
Di tengah perubahan zaman, masyarakat Kelurahan Belalau I tetap setia menjaga tradisi ini. BEPELAN menjadi pengingat bahwa selama semangat gotong royong masih hidup, persaudaraan akan selalu terjaga.
Reporter :Ali Baba

