Musi Rawas,LLGV – Situasi di Pasar Muara Beliti masih dijaga ketat aparat kepolisian dan telah dipasangi garis polisi setelah warga kembali menggelar aksi protes.
Koordinator aksi, Tomi Jpisa, mengatakan bahwa aksi yang sudah memasuki jilid ke-5 ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap Pemda Musi Rawas.
Menurutnya, tuntutan warga sejak awal belum mendapat tanggapan yang memuaskan.
“Ini bentuk kekecewaan kami karena tuntutan tidak digubris. Massa sudah emosi dan tidak terbendung,” ujarnya kepada awak media.
Warga menilai jawaban yang diberikan pemerintah daerah tidak menyelesaikan persoalan. Mereka menuntut agar lurah setempat, Arif Candra, dicopot dari jabatannya.
Masyarakat menilai lurah telah menyalahgunakan kewenangan dengan mencopot sejumlah Ketua RT secara sepihak dan menggantinya dengan Pelaksana Tugas (Plt). Dari total 13 RT, sebanyak 12 RT disebut ditunjuk langsung tanpa musyawarah dan tanpa alasan yang jelas.
Tomi menjelaskan, selama lima kali aksi damai digelar di wilayah Musi Rawas, massa baru satu kali diterima oleh Sekretaris Daerah, itu pun hanya sebatas janji.
Pada aksi terakhir, warga mengaku tidak ditemui oleh Bupati maupun Wakil Bupati. Mereka menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tidak segera ditindaklanjuti.
“Jika tidak ada penyelesaian, tidak menutup kemungkinan akan ada aksi lanjutan yang lebih besar,” tegasnya.
(Ali Baba)

